Senin, 14 Oktober 2019

Organ pencernaan utama

sistem pencernaan manusia
Bagian-bagian utama saluran pencernaan pada manusia diantaranya.
  • Mulut
  • Kerongkongan
  • Lambung
  • Usus Halus
  • Usus Besar
  • Anxs

1. Bagian Mulut

Bagian terdepan dari sistem pencernaan manusia adalah mulut. Bagian ini menjadi pintu bagi makanan dan minuman yang Anda konsumsi untuk masuk dan diteruskan kepada sistem pencernaan selanjutnya.
Pada bagian mulut terdapat beberapa bagian penting. Diantaranya adalah lidah yang berfungsi untuk merasa makanan, memposisikan makanan agar mudah dikunyah dan membantu makanan untuk ditelan.
Kedua, ada gigi yang berfungsi untuk mengunyah makanan yang dikonsumsi agar menjadi lebih halus dan lebih mudah dicerna.
Ketiga ada juga ludah yang akan membantu Anda menelan makanan dengan lebih mudah lagi dan juga berfungsi sebagai pelindung rongga mulut.

2. Bagian Kerongkongan (Esofagus)

Gerakan Mendorong Makanan | biohasanah.wordpress.co
Kerongkongan adalah lorong yang akan dimasuki makanan yang selesai Anda kunyah diantara rongga mulut menuju lambung dan melalui proses pencernaan yang selanjutnya.
Kerongkongan atau Esofagus (bahasa ilmiah). Dalam melakukan tugasnya melakukan gerakan yang disebut gerakan peristaltik yang membantu mendorong makanan yang sudah dikunyah agar masuk ke dalam lambung secara perlahan-lahan.
Menurut penelitian makanan akan melewati kerongkongan hanya dalam waktu 6 detik saja.

3. Bagian Lambung

Sistem Pencernaan Lambung
Bagian Lambung | idbiodiversitas.com
Lambung atau dalam bahasa ilmiah disebut Ventrikulus. berbentuk seperti kantong yang menggelembung dan letaknya pada bagian kiri dalam rongga di perut.
Lambung secara garis besar terdiri dari 3 bagian. Ia memiliki fungsi penting dalam sistem pencernaan salah satunya adalah menghasilkan asam klorida yang akan membasmi semua mikroorganisme yang ada pada makanan yang kita konsumsi.

4. Bagian Usus Halus

Usus Halus memiliki beberapa bagian, diantaranya adalah usus dua belas jari, usus kosong dan usus penyerapan. Ada banyak proses yang terjadi pada usus halus.
Di dalamnya usus halus juga memproduksi berbagai macam enzim yang dapat mengubah beberapa zat makanan menjadi kandungan yang dibutuhkan tubuh agar lebih mudah diserap.

5. Bagian Usus Besar

Usus besar adalah tempat sisa makanan kemudian berada dan nantinya akan dibusukkan menggunakan bakteri Escherichia coli sehingga bisa menjadi kotoran yang kemudian akan dibuang melalui an(u)s.

6. Rektum dan Anxs

Pada bagian ujung usus besar inilah yang disebut dengan rektum yang merupakan jalur yang akan dilalui kotoran menuju ke tempat pembuangan terakhirnya yaitu anxs.
Pada saat kotoran memasuki rektum maka itu berarti tempat penyimpanan kotoran yang berada di atasnya sudah penuh dan pada saat itulah Anda akan merasakan sakit perut serta keinginan untuk buang air besar.
Sedangkan anxs seperti yang kita semua ketahui merupakan lubang dimana kotoran akan dikeluarkan dari dalam tubuh untuk dibuang .

Jenis nutrisi

1. Mikronutrisi

Sesuai dengan namanya, mikronutrisi merupakan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah sedikit dan hanya berfungsi untuk mendukung metabolisme tubuh. Terdapat tiga senyawa yang dapat dikategorikan sebagai nutrisi, yaitu vitamin, mineral dan air.

2. Makronutrisi

Sementara itu, makronutrisi merupakan kebalikan dari mikronutrisi. Nutrisi ini biasanya dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang besar karena sebagai sumber energi. Makronutrisi dapat diklasifikasikan menjadi tiga senyawa, yaitu karbohidrat, protein dan lemak.

Macam Macam Contoh Nutrisi

1. Karbohidrat

Karbohidrat merupakan sumber energi utama Anda dalam menjalani setiap aktivitas sehari-hari. Tubuh Anda akan menggunakan karbohidrat untuk memproduksi glukosa yang dapat segera digunakan atau menyimpannya sebagai cadangan energi. Jumlah glukosa yang diproduksi berlebihan akan disimpan oleh tubuh Anda sebagai lemak.
Terdapat dua jenis karbohidrat yang bermanfaat bagi tubuh, yaitu sederhana dan kompleks. Karbohidrat sederhana dapat ditemui dalam gula, sedangkan karbohidrat kompleks terdapat pada pati maupun serat. Selain itu, Anda juga dapat mengkonsumsi nasi, jagung, gandum, ketela pohon, ubi, kentang, dan sagu sebagai sumber karbohidrat.

2. Protein

Protein sangat bermanfaat bagi tubuh Anda untuk membantu membangun serta memelihara jaringan otot serta saraf lainnya. Senyawa ini juga berfungsi untuk memproduksi hormon yang berguna bagi tubuh. Seperti halnya karbohidrat, kelebihan dari konsumsi protein akan disimpan tubuh dalam bentuk lemak.
Menurut sumbernya, protein dapat dibedakan menjadi nabati dan hewani. Jenis protein nabati yang dapat dikonsumsi diantaranya adalah kacang-kacangan, padi-padian dan sayur mayur. Sementara itu, konsumsi protein hewani dapat Anda penuhi dari daging hewan. Namun, konsumsi protein dalam bentuk daging sebaiknya juga dilakukan secukupnya guna meminimalisir resiko terserang kolesterol.

3. Lemak

Jenis nutrisi lain yang dibutuhkan oleh tubuh Anda adalah lemak, baik jenuh maupun tidak jenuh. Lemak tidak jenuh merupakan jenis lemak yang paling aman untuk Anda konsumsi. Walaupun pada dasarnya lemak tak jenuh juga dapat berubah menjadi lemak jenuh apabila dilakukan proses penyempurnaan.
Makanan berlemak tak jenuh yang dapat dikonsumsi yaitu kelapa, kemiri, buah zaitun, kacang tanah dan buah alpukat. Kemudian, lemak jenuh yang dapat dikonsumsi misalnya daging, telur, susu, ikan, mentega dan minyak ikan. Akan tetapi konsumsi lemak jenuh dalam jumlah yang berlebihan sangat tidak disarankan karena berpotensi meningkatkan kadar kolesterol.

4. Vitamin

Tubuh Anda juga membutuhkan jenis nutrisi ini untuk membantu metabolisme tubuh, meningkatkan energi dan membantu kelancaran berpikir. Setiap vitamin yang Anda konsumsi tentu memiliki manfaat berbeda-beda bagi tubuh. Bahkan terdapat beberapa vitamin yang berkhasiat untuk meminimalisir resiko terserang penyakit tertentu.
Contohnya adalah kegunaan vitamin A, C dan E yang membantu mencegah penyakit arteri koroner, dimana ketiganya terus memperkuat dinding arteri. Selanjutnya, yaitu vitamin B1 yang bermanfaat untuk melancarkan sistem pencernaan dan syaraf tubuh Anda. Vitamin B2 membantu menormalkan pertumbuhan sel. Vitamin B3 berfungsi sebagai detoksifikasi bagi tubuh Anda. Kemudian, vitamin D membantu penyerapan kalsium dan vitamin K dapat membekukan darah.

5. Mineral dan trace elemen lainnya

Tubuh juga membutuhkan pasokan nutrisi yang berasal dari mineral dan trace elemen lainnya. Keduanya bermanfaat dalam membantu melancarkan kerja organ tubuh. Mineral klorin misalnya yang dapat membantu memproduksi cairan pencernaan tubuh Anda. Kemudian, fosfor dapat membuat tulang Anda lebih kuat.
Kedua mineral tersebut dapat Anda temukan pada makanan yang dikonsumsi, namun akibat trace elemen tubuh hanya membutuhkannya dalam jumlah sedikit. Nutrisi terakhir yang juga dibutuhkan oleh tubuh Anda yaitu garam. Namun, dalam mengkonsumsi nutrisi yang satu ini tidak boleh melebihi 2400 miligram per hari karena dapat meningkatkan tekanan darah.

6. Air

Keberadaan air sebagai salah satu nutrisi dalam tubuh jelas begitu penting. Air berfungsi sebagai pengganti cairan tubuh yang hilang setalah melakukan rutinitas sehari-hari. Disamping itu, air juga dapat mengontrol jumlah kalori, memperlancar fungsi ginjal, meningkatkan energi hingga membuang racun.

Kebutuhan Energi

Kebutuhan energi yang diperlukan setiap orang berbeda-beda. Hal ini tergantung dari beberapa factor, antara lain yaitu : umur, jenis kelamin, berat dan tinggi badan serta tingkat aktivitas sehari-hariBesarnya energi yang dibutuhkan setiap orang perhari dapat diketahui dengan berbagai cara, hal yang dapat digunakan untuk menghitung besarnya energi, diantaranya dengan cara :
¨      Membaca tabel Angka Kecukupan Gizi (AKG)
Cara ini merupakan cara yang paling praktis, yaitu dengan membaca table  AKG atau disebut RDA (Recommended Dietary Allowance). Dengan cara ini kita dapat mengetahui secara langsung jumlah kebutuhan energi perhari berdasarkan usia, jenis kelamin, berat dan  tinggi badan serta tingkat aktivitas.
Cara ini memiliki keterbatasan yaitu  bahwa tabel AKG hanya memuat untuk berat badan tertentu saja dan hanya dapat digunakan untuk orang sehat pada umumnya.
¨      Perkiraan berdasarkan Basal Metabolic Rate (BMR)
Basal Metabolic Rate (BMR) atau Laju Metabolisme Basal (LMB) adalah energi minimal yang diperlukan tubuh dalam keadaan istirahat sempurna baik fisik maupun mental, berbaring tetapi tidak tidur dalam suhu ruangan 250 C  (Darwin, 1988). Energi tersebut diperlukan untuk berbagai fungsi vital tubuh seperti pernapasan, pencernaan, peredaran darah  dan pengaturan suhu tubuh.BMR dipengaruhi oleh beberapa factor, antara lain luas permukaan tubuh, umur, jenis kelamin, cuaca, ras, status gizi, penyakit, hormone terutama hormone tiroksin.BMR seseorang dapat dihitung dengan mengalikan berat badan dengan 24 kalori  (Berat badan  X  24 kalori). Sedangkan jumlah kebutuhan kalori perhari dapat ditentukan berdasarkan kelipatan BMR berikut ini.Kebutuhan energi berdasar BMR
Tingkat Aktivitas
Jenis Aktivitas
Kebutuhan Energi/Hari
(kalori)
Sangat  Ringan
Tidur, baring, duduk, menulis, mengetik
BMR + 30 % BMR
Ringan
Menyapu, menjahit, mencuci piring, menghias ruangan
BMR + 50 % BMR
Sedang
Mencangkul, menyabit rumput
BMR + 75 % BMR
Berat
Menggergaji pohon dengan gergaji tangan
BMR + 100 % BMR
Berat
Sekali
Mendaki gunung, menarik beca
BMR + 125 % BMR
  Cara ini lebih teliti di banding dengan membaca table RDA, tetapi belum dapat menghitung kebutuhan energi seseorang secara terperinciMisalnya seseorang dengan berat badan 50 kg  yang bekerja berat maka kebutuhan kalori per hari adalah  :                        BMR = 50 X 24 kalori
                      = 1200 kaloriMaka kebutuhan kalori per hari adalah = 1200 + 100 % (1200) = 2400  kalori
¨      Perhitungan berdasarkan komponen penggunaan energi
Komponen yang diperlukan untuk perhitungan kebutuhan energi  meliputi :o   Basal Metabolic Rate (BMR)BMR adalah energi minimal untuk fungsi vital organ tubuho   Specific Dynamic Action (SDA)SDA adalah banyaknya energi yang diperlukan untuk proses metabolisme makanan, rata-rata sebesar 10 % BMRo   Aktivitas sehari-hariAktivitas sehari hari adalah kegiatan rutin hariano   PertumbuhanAnak-anak sampai dengan usia 18 tahun memerlukan tambahan energi untuk proses pertumbuhanCara Menghitung Kebutuhan EnergiKebutuhan energi seseorang dapat diketahui dengan perhitungan sebagai berikut :
Tahap 1 : Tentukan  Status GiziMisalnya menggunakan IMT (Indeks Masa Tubuh)
                                      Berat Badan (kg)                        IMT =  ----------------------
                                     Tinggi Badan (m)2
Selanjutnya hasil penilaian IMT dikonsultasikan dengan tabel berikut :Status Gizi
Status Gizi

Laki-laki
Perempuan
Kurus
< 20.1
< 18.7
Normal
20.1 – 25.0
18.7 – 23.8
Overweight
25.1 – 30.0
23.9 – 28.6
Obese
> 30
> 28.6
Rata-rata
22.0
20.8


Tahap 2 :  Hitung Besarnya BMRBesarnya BMR selain dapat dihitung dengan mengalikan  berat badan X 24 kalori, juga dapat menggunakan tabel berikut :
BMR laki-laki
Jenis Kelamin
Berat Badan
(kg)
Energi (Kalori)
10 – 18 tahun
18 – 30 tahun
30 – 60 tahun
Laki-laki
55
1625
1514
1499
60
1713
1589
1556
65
1801
1664
1613
70
1889
1739
1670
75
1977
1814
1727
80
2065
1889
1785
85
2154
1964
1842
90
2242
2039
1889


BMR Perempuan
Jenis Kelamin
Berat Badan
(kg)
Energi (Kalori)
10 – 18 tahun
18 – 30 tahun
30 – 60 tahun
Perempuan
40
1224
1075
1167
45
1291
1149
1207
50
1357
1223
1248
55
1424
1296
1288
60
1491
1370
1329
65
1557
1444
1369
70
1624
1516
1410
75
1691
1592
1450

Tahap 3 :  Hitung SDABesarnya SDA yaitu 10 % BMR  Tahap 4 :  Hitung Energi Aktivitas Fisik HarianEnergi Akt. Fisik = Faktor Aktivitas Fisik X {BMR + SDA}Dimana SDA = 10 % BMR
Untuk besarnya factor aktivitas fisik, lihat tabel berikut ini :
 Faktor Aktivitas Fisik
  
   Aktivitas
Jenis Aktivitas

Laki-laki
Perempuan
Istirahat
Tidur, baring, duduk
1.2
1.2
Ringan sekali
Menulis, mengetik
1.4
1.4
Ringan
Menyapu, menjahit, mencuci piring, menghias ruangan
1.5
1.5
Ringan-sedang

Sekolah, kuliah, kerja kantor
1.7
 1.6
Sedang
Mencangkul, menyabit rumput
1.8
1.7
  Berat
Menggergaji pohon dengan gergaji tangan
2.1
1.8
Berat Sekali
Mendaki gunung, menarik beca
2.3
2.0


Tahap 5 :  Tambahan kalori pertumbuhanUntuk seseorang yang masih dalam usia pertumbuhan (sampai usia 18 tahun) maka tambahkan kebutuhan energi sesuai table berikut :
Kebutuhan energi untuk pertumbuhan (kal/hari)
Umur (tahun)
Tambahan Energi
10 – 14
2 kkal/kg Berat badan
15
1 kkal/kg Berat badan
16 – 18
0.5 Kkal/kg Berat badan

Untuk mempermudah perhitungan, perhatikan contoh berikut :Naufal berusia 21 tahun, berat badan 58 kg, tinggi 160 cm, aktivitas sehari-harinya adalah kuliah termasuk kategori ringan- sedang. Sehingga kebutuhan energi Naufal dapat dihitung melalui tahapan sebagai berikut :Tahap 1 :   IMT = BB/TB2
                              58/(1.6)2  =22.6 (normal)
Tahap 2 :   BMR = BB X 24 kalori                               58  X  24 kalori = 1392 kalori
       Tahap 3 :  SDA = 10 % X BMR
                                     10 % X 1392  = 139.2 kalori            Tahap 4 :  Energi Aktivitas fisik      Faktor Aktivitas Fisik X {BMR + SDA (10 % BMR)}
                        1.7 X (1392 + 139.2) = 2603 kaloriJadi total kebutuhan energi  perhari adalah 2603 kalori

Hipertensi dan hipotensi

Pengertian Hipertensi tekanan darah tinggi adalah kondisi saat tekanan darah berada pada nilai 130/80 mmHg atau lebih. Kondisi ini dapa...